Didiet Maulana : Entrepreneur itu Butuh Support!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Pandemi covid-19 yang melanda dunia, memang membuat banyak sektor bisnis terkena dampak yang sangat signifikan. Para entrepreneur pun gigit jari dan dituntut melakukan inovasi untuk membuat bisnis mereka bangkit. Saat ini, yang mereka butuhkan adalah support !

Saat ini, para entrepreneur harus berpikir keras guna menyelamatkan bisnis mereka setelah dihantam badai covid 19 yang melanda dunia.

Tidak hanya bisnis UMKM saja yang terkena dampaknya, seorang Didiet Maulana yang merupakan desainer kondang di bidang fashion pun merasakan omsetnya menurun akibat pandemi ini.

Namun, Didiet punya jurus ampuh untuk bisnisnya tetap bertahan meski situasi dan kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini, yang Ia bagikan dalam acara IG Live bersama dengan Eurekawomen.

Entrepreneur Butuh Dukungan Orang Terdekat

Meskipun saat ini orang – orang sudah bisa melihat keberhasilan Didiet, namun Didiet mengaku dibalik kesuksesannya seperti saat ini ada momen – momen pada awal mulai berbisnis dirinya sangat membutuhkan dukungan dari orang – orang terdekatnya.

“Seorang entrepreneur sudah pasti yang dibutuhkan di awal adalah dukungan ya, buat temen – temen yang ingin menjadi entrepreneur usahakan mendapatkan dukungan dari lingkungan terdekat”. Ungkap Didiet

Selain itu, Didiet juga mengaku bahwa di satu tahun pertama dirinya sangat berambisi, sehingga membuat Didiet melihat orang lain itu sebagai kompetitornya. Hal inilah yang kemudian membuat Didiet lelah hingga jatuh sakit.

Kemudian Ia mulai sadar bahwa, visi Didiet mendirikan brand IKAT Indonesia ini adalah agar bisa mensejahterakan orang. Niat baik Didiet ini lah yang kemudian banyak membuka jalan Didiet mendapatkan banyak ajakan untuk berkolaborasi dan juga project yang mulai berdatangan. 

“Niat baik di awal itu ingin membantu yang lain sehingga mulai berdatangan deh ajakan untuk kolaborasi, kemudian dapet project ini itu, sehingga ketika dapet project bukan kita aja tapi orang lain juga dapat happynya”.Kenang Didiet

Sempat Emosional Diawal Pandemi

Saat pandemi mulai masuk ke Indonesia, Didiet mengaku sangat sedih dan juga menganggap bahwa pandemi ini akan berlangsung sebentar.

Visi Didiet untuk membantu orang pun Ia implementasikan lagi pada saat pandemi di Indonesia. Seperti kita ketahui bersama bahwa pada awal pandemi, alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan sangat sulit untuk didapatkan.

Didiet kemudian berinisiatif menggunakan platform media sosialnya untuk membuat donasi. 

Belum genap 10 hari setelah Didiet membuka donasi, hasilnya pun sangat tidak diduga – duga olehnya, Didiet berhasil mengumpulkan 680 juta yang dengan itu ia belikan alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan di garda terdepan.

“gue mau nangis karena dalam 10 hari gue berhasil ngumpulin 680 juta dan gue menyumbangkan kurang lebih ada 6 ribu atau 10 ribu APD waktu itu. Kemudian ada masker, kemudian juga makanan dan vitamin – vitamin untuk para nakes”.

Selain membantu tenaga kesehatan, di momen pandemi ini pun Didiet memanfaatkan ilmu yang ia milik,i untuk dibagikan kepada orang – orang yang ia lakukan melalui program kelas dengan kurikulum yang dirancang sendiri dengan nama JGBB ( Jadi Gini Belajar Bersama).

Langkah positif Didiet ini pun banyak mendapatkan apresiasi. Hal ini terbukti karena banyak orang yang mengikuti kelas yang dibuka oleh Didiet.

Saat ini JGBB sudah memasuki batch 3, dimana pada batch sebelumnya diikuti oleh 1000 orang lebih.

Didiet mengaku bahwa pandemi ini membawa ia pada proses berbagi, ada banyak cara selain uang yang memang berguna bagi masyarakat seperti yang Didiet lakukan dengan berbagi ilmu.

“Pandemi ini membawa gue ke proses berbagi, dimana gue kemudian menyadari my purpose of life is to share”.

Saat ini bisnis fashion memang sedang tidak baik – baik saja, Didiet pun mengakui itu dan Didiet membagikan cara untuk bisa survive kepada masyarakat khususnya para penonton setia IG Live dari Eurekawomen.

Didiet mengatakan ibarat piramida terbalik, saat ini bisnis fashion sedang berada di bawah piramida terbalik tersebut. Hal yang harus dilakukan adalah melihat kesempatan sekecil apapun itu untuk kita ambil dan jadikan kesempatan bagi kita. 

Misalnya, saat ini semua orang sudah beralih dari mode offline ke mode online, nah sebagai entrepreneur Didiet mengatakan kita harus bisa mengambil kesempatan tersebut.

“Sebenarnya sekarang adalah dengan ketika kita melihat berita tentang pandemik selain melihat jumlah yang semakin hari misalnya bertambah atau berkurang, kita juga melihat ada opportunity apa sih bisa kita take in di sana gitu.” Terang Didiet

Didiet juga mengatakan bahwa kita harus mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat banyak saat ini. Misalnya saja membuat masker, nah ketika kita sudah selaras dan serasi dengan keinginan yang orang – orang cari, maka produk kita bisa survive meskipun situasi dan kondisi sedang tidak baik – baik saja.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay