Hari Lansia Internasional, Jurus Ampuh Bentengi Lansia dari Resiko Terkena Penyakit Demensia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Tahun 2020 menandai peringatan ke-30 tahun Hari Lanjut Usia Internasional.

Demensia merupakan momok yang masih ditakuti pada saat usia lanjut.

Demensia sendiri merupakan kondisi yang mempengaruhi daya ingat, cara berpikir, dan kemampuan bersosialisasi seseorang yang berpengaruh terhadap kehidupan sehari – hari. Demensia sejatinya bukan merupakan penyakit yang spesifik, akan tetapi beberapa penyakit bisa menyebabkan kondisi ini.

Gejala – gejala yang berhubungan dengan demensia diantaranya adalah kehilangan memori hingga perubahan perilaku, halusinasi, depresi, cemas dan paranoid.

Penyebab demensia bisa disebabkan oleh kerusakan sel saraf pada otak. Kerusakan pada area otak tertentu akan sangat berhubungan dengan gejalanya.

Selain itu, demensia juga bisa disebabkan oleh berbagai macam penyakit dan kondisi. Ada kondisi demensia yang bersifat reversible atau bisa kembali seperti sedia kala. Penyakit alzheimer merupakan penyebab demensia yang paling sering terjadi pada lansia.

Banyak faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya demensia, yaitu faktor yang tidak dapat kita ubah (seperti usia, riwayat penyakit serupa pada keluarga, penyakit down sindrom), dan faktor yang dapat kita ubah (penggunaan alkohol berat, pola makan yang tidak sehat, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, penyakit gula, depresi, merokok, sleep apnea, defisiensi vitamin dan nutrisi).

Sampai saat ini, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah demensia, akan tetapi ada beberapa langkah dapat membantu untuk mengurangi resiko terkena demensia, yaitu :

  1. Tetap melatih pikiran kita untuk selalu aktif melalui membaca, mengerjakan teka teki silang, puzzle, dll.
  2. Tetap aktif baik secara fisik dengan olahraga maupun bersosialisasi.
  3. Menghindari faktor-faktor yang berkontribusi terhadap demensia, seperti merokok, alkohol dan penyakit-penyakit lain.
  4. Istirahat yang cukup.

Namun, perlu dikonsultasikan kembali kepada dokter apabila kalian mendapati salah satu anggota keluarga kalian mengalami gejala – gejala tersebut. Tetap jaga kesehatan ya ladies!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay