In Bed With Eurekawomen : Self Love itu Penting ! Bahkan Ada Kaitannya Dengan Orgasme

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Mencintai diri sendiri atau self love merupakan hal yang sering dilupakan oleh manusia. Entah tidak tahu caranya atau memang terkadang seseorang lebih mementingkan kebahagian orang lain dibandingkan dengan kebahagiannya sendiri. Bahkan yang lebih parahnya lagi, seseorang sering melupakan self love ketika sedang berhubungan intim. Bagaimana bisa? Yuk simak penjelasan berikut ini !

Self love, istilah ini belakangan banyak digaungkan di jagat media sosial.

Fenomena ini terjadi karena, banyak orang khususnya wanita yang belum mencintai dirinya sendiri atau lebih tepatnya lebih memikirkan orang lain ketimbang dirinya.

Secara definisi self love sendiri merupakan bentuk mencintai diri sendiri dengan melibatkan aspek menyadari diri sendiri, menghargai diri sendiri, percaya diri dan peduli pada diri sendiri.

Namun, setiap orang berhak untuk memaknai self love itu sendiri karena ini menyangkut individu seseorang. 

Tiara misalnya, Founder komunitas save janda ini memaknai self love sebagai cara kita menerima segala macam bentuk kekurangan diri sendiri.

Lebih lanjut Tiara mengatakan, dalam keseharian untuk menjalani self love misalnya dengan berani untuk memutus hubungan dengan orang yang memang menurut kita tidak membuat kita bahagia atau seseorang berani menetapkan batasan terhadap orang lain.

“Jadi dalam kesehariannya untuk menjalani self love itu idealnya kita mempunyai habit yang misalnya kita berani untuk memutus relationship dengan toxic people misalnya or kita berani untuk setting our boundaries terhadap orang lain”. Jelas Tiara dalam acara IG Live Eurekawomen

Selain itu, makna self love menurut Tiara juga dengan tidak membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Tiara berpendapat bahwa seorang perempuan terkadang suka membandingkan dirinya dengan orang lain. “Just be you dengan segala kekurangan dan kekuatan diri kita”. Kata Tiara

Sementara Firliana Purwanti yang merupakan seorang politisi dan pemerhati isu pemberdayaan perempuan menyebutkan bahwa, banyak sekali perempuan yang ternyata sulit untuk merasa bahagia. 

Selain itu, Firli juga mengatakan bahwa hal ini terjadi karena konstruksi sosial yang terjadi kepada perempuan di masyarakat. 

Firli menjelaskan bahwa seorang perempuan sedari kecil sudah terdoktrin bahwa tugas seorang perempuan adalah untuk membantu ibu bapak, mengurus suami yang pada akhirnya sangat sulit berkompromi dengan fenomena yang sudah ada sejak dulu.

“Kita itu dibilangnya dari kecil untuk membantu orang tua, melayani bapak ibu lalu kemudian ngurusin suami, paman yang akhirnya kita sulit untuk berkompromi karena kita sama sekali berhenti menjadi orang yang egois. Karena selalu mengutamakan kepentingan orang lain”.Ungkap Firli yang juga penulis buku The ‘o’ project

Tidak puas sampai disitu, Firli juga menjelaskan dampak yang lebih berbahaya yaitu sampai di tempat tidur pun seorang perempuan yang tidak memiliki self love hanya memikirkan bagaimana mereka memuaskan sang suami, sehingga lupa bagaimana caranya orgasme.

“kemudian dampak yang lebih berbahaya sampe ditempat tidur pun lo gak mikirin diri lo sendiri, lo mikirin ngelayanin pasangan lo sampe lo lupa gimana caranya orgasme”.Kata wanita yang mendapatkan gelar master untuk program International and European Human Right Protection Law di Utrecht Universiteit, Belanda.

Selain Tiara dan Firliana, hadir juga Susanti Rendra yang juga merupakan Owner dari Laciasmara.com.

Susanti Rendra atau yang akrab dipanggil Susu menceritakan pengalaman buruknya ketika mendapatkan celaan yang datang dari dalam rumahnya. Susu juga mengatakan bahwa dirinya harus berjuang untuk bisa menerima dirinya sendiri. Cerita ini Susu bagikan dalam tayangan IG Live yang dilangsungkan oleh Eurekawomen dalam episode In Bed With Eureka.

Pada sesi di akhir acara, Tiara kembali mengingatkan kepada orang – orang yang belum mencintai dirinya khususnya Eurekawomen lovers, untuk tetap menjadi diri sendiri, berani untuk mengekspresikan diri, berani untuk menyuarakan pendapat, serta berani untuk berkomunikasi.

Just be yourself be the true you, mungkin kesannya klise ya karena orang bilang udah jadi diri sendiri jadi diri sendiri maksudnya berani untuk mengekspresikan diri, berani untuk speak up, berani untuk berkomunikasi, if you want it you ask for it gitu loh, maksudnya minta aja jadi diri sendiri aja”. Kata Tiara

Berbeda dengan Tiara, Firli lagi – lagi menegaskan pendapatnya untuk tidak takut orgasme. “Jangan takut orgasme…enak”.Kata Firli sambil tertawa

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay