Kala Cinta Beda Usia Harus Menjawab Banyak Pertanyaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Pacaran beda usia, terutama bila pasangan perempuannya lebih tua usianya daripada si pria, tak jarang menghadapi cibiran dari beberapa pihak. Lalu, apakah benar kalau cinta barbicara maka akan bisa mengalahkan segalanya?

Beberapa waktu lalu, berita-berita di media sempat dihebohkan ketika seorang sosialita dan pengusaha terkenal, Jennifer-Jill Supit, menikahi pria yang berusia 17 tahun lebih muda dari usianya atua kerap kita sebut berondong.

Cibiran atau pandangan sinis mungkin bisa dilayangkan oleh orang-orang terdekat kepada pasangan beda usia, terutama bila usia pasangan perempuan lebih tua daripada pasangan pria. Lalu apa yang harus dipersiapkan oleh perempuan untuk hubungan beda usia?

Menurut penelitian dari Universitas di Emory, Atlanta, pasangan dengan selisih usia lima tahun sebesar 18 persen kemungkinannya berpisah.

Angka itu akan naik 39 persen ketika pasangannya berbeda usia 10 tahun. Dan sangat mengejutkan untuk mereka yang selisih umurnya 20 tahun, kemungkinan berpisahnya mencapai 95 persen.

Persentase perpisahan itu menjadi sangat kecil ketika selisih usia pasangan hanya satu tahun saja.

Lalu bagaimana dengan mereka yang selisih usianya jauh tapi berhasil dalam hubungan? Contohnya seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Briggite Trogneux. Selisih usianya adalah 25 tahun. Ada juga George Clooney dan Amal Alamuddin yang memiliki selisih 17 tahun.

Untuk kasus-kasus tersebut, setiap pasangan sudah mempersiapkan beragam macam hal ketika menjalani hubungan beda usia cukup jauh. Berikut beberapa poin yang harus diperhatikan saat kamu kencan dengan pasangan beda usia.

  1. Kompatibilitas, gaya hidup, tujuan, dan minat

Menurut terapis perkawinan dan keluarga Dr. Sheri Meyers, kamu harus benar-benar tahu tentang impian dan keinginan sejak awal saat menjalin hubungan dengan mereka yang lebih tua. Kamu juga akan menghadapi beragam masalah seperti pengalaman hidup, tujuan pernikahan, gaya hidup, dan kebebasan.

Kamu mungkin akan dibuat nyaman karena pasangan memiliki pengalaman yang lebih banyak. Tapi, hal itu juga bisa menyebabkan kamu seakan digurui.

  1. Dia akan tua lebih dulu

Apa yang akan terjadi dalam 15 atau 20 tahun ke depan jika selisih usia kamu cukup jauh?

Bisa jadi, pada usia tersebut, kamu tengah berada dalam posisi puncak karier atau kondisi fisik yang bugar. Sedangkan pasangan kamu, mungkin saja telah pensiun dan kondisi fisiknya tidak lagi sekuat dulu.

  1. Sindiran dari luar

Sangat banyak sindiran untuk pasangan yang memiliki selisih usia jauh. Salah satunya mungkin pernah masuk ke kuping kamu.

Tak sedikit yang bakal menganggap hubungan kamu itu hanya mengutamakan kepentingan pribadi saja. Misalnya untuk perempuan yang lebih muda, banyak yang beranggapan kalau kamu cuma ingin materinya saja. Untuk perempuan yang lebih tua, bisa jadi kami dianggap hanya menyimpan toy boy semata dan ketertarikan hanya sebatas hubungan fisik seksual semata.

Untuk mengatasinya, kenalkan pasanganmu ke orang-orang terdekat seperti keluarga, kerabat, dan teman. Bicaralah baik-baik dengan mereka. Jangan sampai mereka tahu dari berita orang lain.

  1. Umur bukan standar kedewasaan

Dalam hubungan seperti ini, kedewasaan sering dijadikan sebagai alasan. Padahal, pria berusia 25 tahun bisa lebih dewasa daripada mereka yang berusia 40 tahun. Pengalaman hidup dan pola asuh saat anak-anak, mempengaruhi karakter dan kepribadian seseorang, termasuk tingkat kedewasaannya.

  1. Masalah seksual

Poin ini akan sedikit canggung, tapi tidak bisa dilewatkan karena masalah penting juga dalam sebuah hubungan. Semakin bertambahnya usia, gairah dan kekuatan fisik untuk melakukan aktivitas seksual biasanya akan menurun secara alami. Kamu bisa saja tengah berada pada usia yang bergairah dalam masalah ini, sedangkan pasanganmu sudah tidak sanggup untuk memuaskanmu. Ini akan menjadi masalah yang sangat besar. Apalagi untuk perempuan, yang akan mengalami masa menopause, yang biasanya datang di usia 50 tahun ke atas.

Makanya, kalau hubungan seperti ini ingin tetap berjalan, bicarakan sejak awal sehingga pasangan bisa melakukan terapi-terapi kesehatan dan mencari solusi bersama.

When you love someone, you love the whole person, just as he or she is, and not as you would like them to be” – Leo Tolstoy, Anna Karenina

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay