Mengajarkan Rasa Empati Kepada Anak

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Mengajarkan anak agar memiliki karakter kepribadian yang baik, merupakan salah satu tugas orang tua. Lalu, bagaimana caranya mengajarkan rasa empati kepada anak? Simak tips dari eurekawomen di bawah ini.

Menjadi orang tua tak hanya sekadar melahirkan dan membesarkan anak-anak dengan gizi dan makanan terbaik untuk membuat fisiknya sehat dan kuat. Saat memiliki anak, berarti para orang tua harus siap pula untuk jadi pengajar  dalam membentuk karakter anak yang baik dan memberikan dampak positif bagi dirinya dan lingkungannya. Seperti kata yang seringkali terucap, bahwa orang tua adalah guru pertama yang mampu membentuk dan membantu sang anak untuk menjalani masa depannya.

Salah satu karakter yang harus dimiliki anak sedari dini adalah perasaan empati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, empati  adalah keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Menciptakan karakter empati akan membantunya untuk peduli dengan orang lain. Kemudian, bagaimana menciptakan perasaan tersebut ? melansir dari Huffington Post, psikolog dan para ahli berbagai tip untuk ajari buah hati soal rasa empati .

Bicara Tentang Perasaan

Di zaman serba digital ini seringkali anak mengungkapkan ekspresi emosionalnya dengan menggunakan emoji yang macam-macam daripada menjelaskannya secara langsung. Padahal menurut Psikolog sekaligus penulis buku UnSelfie: Why Empathetic Kids Succeed in Our All-About-Me World. Michele Borba, anak-anak harus melek emosi terlebih dahulu sebelum mengenal apa itu empati. Maka dari itu, komunikasi tatap muka penting dilakukan untuk mengajarkan anak dalam mengenali emosinya sejak dini.

“Gunakanlah bahasa yang bisa menjelaskan suatu emosi pada anak, misalnya saya melihat kamu begitu sedih, saya melihat kamu begitu frustasi, atau saya melihat kamu benar-benar marah,“ ujar Laura Dell, asisten professor di University of Cincinnati’s School of Education.  

Laura, kembali menambahkan bahwa anak-anak akan mulai berempati jika mereka memahami dan bisa memproses perasaan mereka sendiri, begitu mampu mereka akan mengembangkan keterampilan untuk mengendalikan emosi mereka sendiri dan langkah selanjutnya adalah bisa memahami perasaan orang lain.

Gunakan Media Pendukung

Membaca buku dan menonton televisi bisa jadi sarana yang ampuh untuk menimbulkan perasaan empati pada anak, dari sana para orang tua bisa menemukan berbagai macam karakter dan emosi yang bisa dikenalkan pada anak. Jangan lupa untuk ajak anak berdiskusi mengenai karakter yang ada di sana, kemudian terangkanlah karakter yang punya sifat baik dan sifat jahat, jelaskan juga sisi positif dan negatif dari masing-masing karakter yang ada. Michele Borba merekomendasikan para orang tua untuk membaca buku penuh penggambaran emosi yang bisa dijadikan referensi untuk mengajarkannya pada anak, seperti The Wednesday Surprise, Charlotte’s Web, Harry Potter dan To Kill a Mockingbird.

Berikan Contoh

Anak cenderung mengikuti perilaku orang tuanya, maka dari itu orang tua mutlak untuk memiliki perasaan dan perilaku empati untuk dijadikan contoh bagi anak-anak.

“Anak-anak akan memahami lebih banyak hal daripada hanya apa yang Anda katakan. Anda dapat mengatakan, ‘Perhatikan perasaan orang lain,’ tetapi jika anak itu tidak melihat atau menyaksikan Anda memperhatikan perasaan orang lain, itu tidak selalu berhasil,”jelas Ravi Rao, ahli bedah saraf pediatrik.

Ia kembali menekankan orang tua agar bisa menggunakan bahasa yang baik untuk menyampaikan perasaan emosional yang mereka alami dan bisa mengenali serta menghargai emosi yang anak rasakan.

“Agar anak-anak menunjukkan empati kepada kita dan orang lain, kita perlu menunjukkan empati kepada mereka,” jelasnya lagi.

Memuji Kebaikan Anak

Ketika anak mulai mengenal empati, mereka pasti mulai berani mempraktekannya. Jika begitu, jangan ragu untuk puji anak saat dirinya berbuat kebaikan. Beri pula ia pujian ketika dapat nilai bagus, membantu teman dan hal-hal baik lainnya. Dengan begitu anak-anak akan merasa senang dan melihat diri mereka sebagai orang yang peduli dengan orang lain dan mulai nyaman dengan perasaan tersebut serta berani menunjukkannya.

Kenalkan Anak Pada Perbedaan

Menumbuhkan rasa empati akan lebih baik jika anak berkembang dalam masyarakat yang beragam baik secara budaya, etnis, rasa, fisik atau agama. Jika tidak berada dalam lingkungan tersebut, para orang tua bisa mengikuti komunitas dan mengajak anak saat menghadirinya atau bisa menggunakan media buku, televisi, makanan, mengunjungi museum, jadi relawan atau menghadiri acara yang diselenggarakan oleh berbagai agama atau etnis kelompok. Dari berbagai kegiatan tersebut anak akan melihat dunia lebih luas dan menghargai berbagai macam perasaan dan perbedaan yang tentunya jadi sarana baik untuk mengaplikasikan dan meningkatkan rasa empati di dirinya.

Berani Akui Kesalahan

Tidak semua orang berani mengakui kesalahan mereka, apalagi di depan anak-anak. Jika hal ini tidak segera diubah jangan harap anak-anak akan punya rasa empati, yang ada mereka bisa tumbuh jadi karakter yang enggan mengakui kesalahannya, oleh karena itu orang tua sebagai contoh utama harus berani akui kesalahan sekalipun di depan anak, atau ketika anak benar dalam berpendapat orang tua juga harus berani mengakui dan menghargainya, serta berani minta maaf dan bisa menjelaskan jika ada kesalahan.

Jadikan Kebaikan Sebagai Aktivitas Keluarga

Tidak perlu melakukan kebaikan yang besar untuk memberikan contoh pada anak, para orang tua bisa memulainya dengan rutinitas kecil yang dijadikan aktivitas sehari-hari. Misalnya saja berbagi makanan ketika makan malam, ucapkan kata tolong ketika membutuhkan bantuan , maaf ketika melakukan kesalahan atau berbicara kasar dan terima kasih saat mendapatkan pertolongan.  Ajari anak untuk berkata sopan dengan keluarga, termasuk kakak, atau adik yang akrab dengannya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay