Merdeka Dari Rasa Takut Kehilangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Apa yang 'hilang' bisa diterima dengan mudah sebagai suatu pelajaran?

Kehilangan hal yang berharga menjadi penyebab seseorang merasakan sedih. Wajar sekali terutama jika kamu menganggap itu sudah menjadi bagian dari dirimu. Namun nyatanya, apa yang datang hanya sementara. Cepat atau lambat, apapun bisa meninggalkan kita mau itu berupa seseorang ataupun barang.

Ada juga kehilangan yang dinanti-nanti. Misalnya saja kehilangan berat badan. Banyak sekali, terutama perempuan, berlomba-lomba menghilangkan lemak di tubuh. Tidak semua jenis kehilangan menyedihkan, bukan? Nampaknya ada lima alasan kenapa kita mestinya bijaksana menerima yang terjadi dalam hidup tanpa prediksi.

  1. Mencintai Diri Sendiri

Cinta pada diri sendiri adalah manifestasi terbaik dalam mewujudkan kasih yang begitu tulus. Cinta diri sendiri bukan suatu keegoisan belaka, namun mengapresiasi siapa diri kamu sebelum orang lain melakukannya.

Dengan sangat memahami dirimu, artinya kamu sadar cara mengendalikan pikiranmu, dan caramu mengambil keputusan secara saksama. Beda sekali dengan kepribadian seseorang yang cenderung mengikuti kemauan orang lain.

Selain tidak bahagia, kurang menghargai diri sendiri berujung pada rendahnya rasa percaya diri dan ketakutan berlebih terhadap kehilangan. Tentu bukan sesuatu yang positif bila mencintai diri sendiri belum menjadi prioritas.

  1. Mengekspresikan Emosi

Ada beragam cara mengutarakan perasaan, para seniman menggunakan instrumen dalam mengekpresikan. YouTuber Chandra Liow pernah berbagi cerita bahwa ketika dirinya sedih habis ditinggal oleh sang kekasih, ia pergi liburan sendiri ke Pulau Bali. Merekam kisah serta mengedit dengan sinematografi khas Chandra yang tetap membuat penonton terkesan.

Itu adalah yang biasa terjadi pada karakteristik intovert, lalu bagaimana dengan ekstrovert? Apa berbahaya menceritakan pada pihak luar secara gamblang?

Ternyata banyak cara yang dilakukan ekstrovert dalam mengutarakan sedih atas kehilangan, atau sebaliknya. Membuat puisi, stand up comedy, maupun membuat vlog yang berisi tentang tips bisa jadi solusi. Tidak perlu secara gamblang mendeskripsikan rinci, namun bisa dibalut dengan sentuhan personifikasi agar penonton bisa menikmati seni juga di sana.

  1. Menceritakan Secara Tepat Sasaran

Pihak luar, bisa jadi teman, keluarga, pasangan adalah orang terdekat yang bisa diajak berbagi suka dan duka.

Selektif memilih siapa yang bisa dipercaya adalah kunci kita merasa nyaman berbagi cerita, terutama kerabat yang memilki rasa empati.

Biarkan rasa senang/sedihmu tidak dipendam sendiri. Akan jadi bumerang bagi psikologismu apabila sesuatu tidak terpenuhi secara optimal.

  1. Penerimaan

Faktanya tidak semua kejadian bisa diterima dengan sungguh-sungguh, terutama yang menyangkut pada kondisi ekonomi maupun kesehatan.

Penerimaan yang dimaksud adalah berusaha memahami secara objektif sisi positif maupun negatif fenomena dan sadar langkah apa yang dapat kita ambil sementara belum bisa menerima keadaan seutuhnya.

Akan lebih baik bisa terdapat fase dimana dari tidak/belum bisa menerima hingga tahap normalisasi. Dibutuhkan waktu serta usaha tertentu untuk melakukannya, bukan?

  1. Banyak Mendapatkan/Mendengarkan Inspirasi

Memiliki rasa empati besar membuat siapa saja punya sense of belonging tinggi. Terkadang ketika merasa kejadian yang kita punya sudah cukup berat, membuka telinga untuk mendengarkan kisah lain memberikan kita pemahaman lebih akan informasi baru yang membuat kita semakin punya kedewasaan dalam mencari solusi.

Rasa takut akan kehilangan bisa diminimalisir dengan selalu percaya bahwa akan ada hal baik di depan yang menanti. Akan ada suatu hal besar yang akan menggantikan.

Menjaga pikiran tetap positif adalah kunci hidup bahagia. Bukan berarti dengan kehidupan positif kita dilarang untuk waspada, akan tetapi meringankan beban bisa dengan berharap luar biasa kedepan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay