Plan Indonesia Ajak Remaja Perempuan untuk Belajar Self Development Lewat Program Girls Leadership Academy

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Di era kemajuan informasi seperti sekarang ini, banyak sekali para remaja wanita kelebihan informasi sehingga sulit untuk menentukan minat dan bakat mereka. Salah satu cara yang tepat untuk bisa menentukan minat dan bakat dari para wanita remaja tersebut adalah dengan self development.

Kemajuan teknologi ternyata tidak serta merta dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan diri pada remaja wanita. Masif nya informasi di tengah teknologi sekarang, terkadang membuat remaja khususnya wanita sulit untuk mengembangkan minat dan bakat mereka.

Untuk itu, Girls Leadership Academy hadir untuk menjawab permasalahan yang ada pada diri remaja saat ini.

Linda Sukandar yang merupakan fundraising director PLAN Indonesia menjelaskan bahwa, GLA Indonesia merupakan platform yang dibuat bagi para remaja khususnya wanita untuk bisa belajar leadership dan juga self development. 

“Girls leadership academy ini platform yang kita buat untuk anak – anak perempuan supaya bisa belajar leadership dan juga tentunya pengembangan diri gitu ya”. Ungkap Linda

Sejatinya, GLA merupakan platform yang bersifat offline, namun karena situasi dan kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk melangsungkan pembelajaran secara offline, maka GLA dilangsungkan melalui daring yang bisa diakses melalui webinar dan juga IG live.

Mengembangkan Minat dan Bakat Secara Optimal

Masa remaja merupakan masa yang labil, banyak remaja yang kesulitan dalam mengembangkan minat dan bakat mereka secara optimal.

Oleh karena itu, self development sangat penting bagi para remaja khususnya perempuan untuk dapat menilai keterampilan dan kualitas diri mereka.

Linda menjelaskan untuk dapat mengoptimalkan minat dan bakat hal yang pertama dilakukan adalah mengenali diri sendiri. Hal ini bisa kita dapatkan dengan membuat list tentang apa yang menjadi kemauan kita dan tujuan hidup kita kedepannya.

“Pertama kali yang bisa dilakukan oleh teman – teman disini adalah untuk lebih mengenal dirinya terlebih dahulu itu ya, membaca dirinya, dan me list apa sih sebenarnya aku, mau jadi apa gitu”.Terang Linda

Nah, hal itu bisa kita dapatkan dari role model kita, apa yang kita baca, serta minat dan bakat yang sudah kita miliki sebelumnya. 

Tantangan yang Sering Dihadapi

Selain diri mereka sendiri, salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh remaja khususnya perempuan berasal dari faktor eksternal.

Menurut Linda, tantangan anak perempuan untuk bisa mengembangkan diri lebih besar dibandingkan dengan anak laki – laki. Anak perempuan biasanya mempunyai limitasi akses terhadap waktu, terhadap pendidikan bahkan tantangan itu juga bisa datang dari budaya dan aturan – aturan yang mengikat mereka baik dirumah maupun di lingkungan tempat mereka tinggal.

Selain itu faktor infrastruktur dan ekonomi juga sangat mempengaruhi seseorang untuk bisa mengembangkan diri mereka.

Linda mengambil contoh para remaja yang tinggal di dusun – dusun atau bukan daerah perkotaan itu mereka masih terkendala dengan tidak adanya listrik dan juga ekonomi yang masih dibawah rata – rata. Sehingga membuat mereka sangat kesulitan ketika ingin mencari informasi yang mereka butuhkan dalam rangka pengembangan diri mereka.

“Jadi di luar challenge diri mereka sendiri ada challenge yang sifatnya infrastruktur, ada challenge yang sifatnya budaya, dan juga dari sisi ekonomi”.Ungkap Linda

Program yang Ada di Girls Leadership Academy

Girls Leadership Academy dari Plan Indonesia tidak hanya menghadirkan sesi pengembangan diri. Linda menjelaskan terdapat juga beberapa sesi lain seperti mengenalkan kesehatan dan tubuh serta persiapan mereka untuk masuk ke dunia kerja.

“Banyak sekali ya dari mulai mereka diajak untuk mengenal tentang kesehatan dan tubuh mereka, lalu juga ada beberapa sesi bagaimana mempersiapkan mereka untuk siap masuk ke dunia kerja”.Kata Linda

Lebih lanjut Linda menjelaskan sesi – sesi tersebut memang menjadi kurikulum yang menjadi fokus dalam Girls Leadership Academy yang ditujukan untuk para remaja perempuan.

Linda juga menghimbau kepada para orang tua khususnya, untuk tetap mendampingi dan memberikan support kepada anak remaja perempuannya, mengecek kebenaran informasi apapun yang diberikan oleh anak, serta memberikan kata – kata yang positif yang bisa membesarkan hati mereka.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay