Sadarkah Kamu Jika Saat Ini Sedang Terjebak Pada Hubungan dengan Seorang Narsistik ?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Yuk Kenali Ciri Pasangan Narsistik! Jangan sampai kamu terjebak dalam lingkaran hubungan bersama dia yang toxic ya ladies!

Halo Eurekawomen Lovers, ternyata hubungan toksik itu banyak jenisnya loh dan salah satunya ini. Mungkin Sebagian besar dari kamu pernah mengalami ini, memiliki hubungan yang membuatmu patah hati atau bahkan stress karena pasanganmu seorang narsistik. Sebelum menjelaskan lebih dalam tentang hubungan toxic jenis ini, udah paham belum sih yang dimaksud dengan narsistik. Tahu ga sih kamu kalo narsistik itu bukan orang yang banci kamera atau yang apa apa harus foto dan pamer? Dan ini termasuk kedalam suatu gangguan kepribadian loh. Pengidap kondisi ini cenderung tidak memiliki rasa empati, bersifat sombong, egois dan arogan. Memiliki pasangan yang mengidap narsistik bagaikan hidup di neraka a.k.a sengsara cyinn.

Hal-hal yang akan terjadi pada hubunganmu pasti lebih banyak negatif ketimbang positifnya. Karena sudah dipastikan bahwa pasanganmu sulit untuk mengakui kesalahannya dan sangat merasa bahwa dirinya selalu benar. Si ambisius ini sebenarnya  memiliki beberapa hal positif yaitu sifat yang yakin membuat dia bisa memikirkan hal yang bertujuan dan bisa mencapainya walaupun harus mengalahkan banyak pihak dengan egois. Nah, berikut akan dijelaskan apa saja tanda-tanda bahwa pasangan kamu mengidap gangguan kepribadian narsistik!

                Ciri pasangan narsistik yang pertama adalah selalu menjadikan dirinya sebagai self-center, semua hal itu tentang dia dari mulai keputusan yang diambil dan bahayanya si narsistik juga mempengaruhi keputusan pasangan, yang mana membuat pasangan tidak bisa menyuarakan pendapatnya. Bahkan topik pembicaraan selalu tentang dia seakan dia sedang menunjukan ketidaktarikannya dia kepada pasangannya. Alih-alih menanggapi, si narsistik enggan mendengarkan pembicaraan tentang pasangan. Nah, hal itu merupakan ciri yang kedua, dimana selain mendominasi obrolan dia jarang sekali menyediakan ruang untuk kamu berkeluh kesah. Sekalipun akhirnya kamu masa bodo dengan respon dia, topik pembicaraannya akan balik lagi ke dia. Seperti yang sudah disebutkan diawal yang menjadi ciri ketiga adalah suka mengabaikan pendapatmu, yang akan berujung dengan timbulnya keributan setiap berhadapan dengan masalah yang memancing untuk mengutarakan pendapat. Sifat yang seperti ini membuat si narsistik lihai membuat orang merasa apa yang diutarakan oleh kamu selalu salah. Karena yang diyakininya adalah apapun yang keluar dari mulutnya adalah KEBENARAN.

                Tidak cukup sampai situ, ciri lain dari pasangan narsistik yang keempat adalah dia pandai memanipulasi obrolan. Jangan senang dulu jika akhirnya si narsistik menanyakan pendapatmu, karna dia pasti akan langsung menimpali dengan pendapatnya dan mulai berargumen dengan pendapatmu sampai dia merasa dia telah memenangkan argumentasi yang dia buat sendiri. Setelah merasa menang biasa dia tidak segan untuk mengucilkanmu karena telah kalah melannya dalam perdebatan yang tidak penting, sangat tidak dewasa bukan? Lalu ciri yang kelima adalah membuatmu seolah-olah merasa bahwa di dunia ini hanya dia yang bisa menemani dan menolongmu. Hal ini membuatmu meninggalkan orang-orang terdekatmu. Dia bisa membuatmu tertipu dengan pematahan pikiran baikmu tentang seseorang bahkan terhadap orangtuamu sendiri. Karena si narsisitik ini akan merasa terancam jika ada yang lebih dekat denganmu.

Si narsistik ini akan mudah terlihat jika kamu sudah mulai gerah akan sikapnya. Seperti yang sudah-sudah biasanya kamu baru bisa melek atau terbuka pikiranmu dan mulai menggunakan logika setelah kamu mulai jengkel dan lelah menghadapi neraka buatan  saat bersama dengan si narsistik. Jadi jika saat ini kamu berhubungan dengan seseorang dan kamu merasa terabaikan, pendapatmu tidak didengarkan, pasanganmu bersikap seenaknya yang membuatmu seolah mengenal banyak kepribadian di dalam tubuh seserorang. Lalu semenjak berhubungan dengan dia, lingkup pertemananmu jadi sempit, yang parahnya lagi membuatmu sulit lepas walaupun kamu merasa kesepian saat sedang besamanya. Besar kemungkinan kamu terjebak dalam hubungan dengan seorang pengidap ganguuan kepribadia narsistik. Sebaiknya kamu segera pergi dari hubungan ini sebelum hal ini semakin merusak mentalmu. Kesehatan mentalmu lebih penting dari apapun, dan jika saat ini kamu sulit untuk mencari pertolongan karna ulah si narsistik ini yang membuatmu jauh dari orang-orang segeralah pergi ke psikolog atau psikiater.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay