Self-care Over Skin-care?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Ubah rasa 'insecure' mu jadi bersyukur! Rasa Insecure itu valid, namun harus bersifat temporary! So, gimana cara mengatasinya?

Topik seru kali ini dibawakan oleh host Marlin Siahaan bersama Lia Toriana dari GLA Indonesia di IG Live @eurekawomen. Merdeka dari rasa insecure adalah tema yang diangkat untuk memberikan solusi agar terbuka dan bisa keluar dari rasa yang menganggu tersebut. Karna nyatanya banyak perempuan indonesia mengalami rasa tidak PD atau insecure yang disebabkan merasa tidak diterima dalam lingkungan pergaulan dan lingkungan sosialnya. Banyak juga yang merasa jika ingin memili teman kita harus cantik, kalo mau cantik kita harus langsing dan mukanya mulus. Dan dari situ banyak yang frustasi sehingga mencoba cara kilat dengan minum obat pelangsing dan menggnakan krim-krim yang tidak sesuai resep atau anjuran dokter spesialis. Yuk kita bahas lebih jelas mengenai insecure terlebih dahulu.

Insecurity sejatinya berada dalam pikiran setiap orang yang berasal dari intervancy society yang mem-framing bahwa perempuan harus begini begitu, sehingga membuat kita yang ga mikirin jadi kepikiran. Sebagai contoh definisi cantik yang sudah di framing oleh industri kecantikan bahwa cantik itu harus putih,langsing,tinggi semampai,muka mulus tanpa jerawat iu yang terus memborbardir pikiran perempuan indonesia. Sehingga jika dari mereka yang tidak sesuai dengan kriteria tadi jadi merasa tidak cantik. Kita harus mendobrak itu sehingga kita merasa merdeka dari rasa insecure. Sebenarnya merawat diri untuk mejadikan diri lebih baik akan berdampak baik pada kita bila MOTIVASI yang kita gunakan untuk membuat mencapai apa, apakah itu untuk membuktikan pada seseorang, yang baik adalah kita lakukan untuk kita, dan membuat kita bahagia akan itu.

Tapi kalau memang yang dilakukan adalah untuk membuktikan kepada lingkungan sosialnya itu juga adalah salah satu bagian dari insecurity. Menjadi insecure itu valid namun harus bersifat temporary, ketika itu menetap itu yang bahaya. Sangat penting untuk kita memiliki self help atau bahkan profesional help untuk membantu kita mengetahui kenapa sih kita selau merasa kurang. Karena jika itu dibiarkan, bisa-bisa itu mengganggu aktivitas dan produktivitas kita dalam bekerja atau sekolah. Pada saat kita self blaming itu adalah keadaan kita lagi gasayang sama diri kita. Memang harus diakui patoka patokan kategori yang terbentuk oleh industri kecantikan di Indonesia menjad pengaruh terbesar dari terjadinya insecurity.

Menurut data Euro Monitor Internasiotional (Provider strategic market research yang berbasis di Inggris) menyatakan bahwa indonesia  adalah No.2 terbanyak industri kecantikan. Bisa dibayangkan ya gimana perempuan-perempuan indonesia menjadi sangat insecure. Karna ke “insecure” an di indonesia dijadikan barang dagangan, sebagai contoh “lo mau langsing karna dikatain orang gendut? Sini gue jual obat pelangsing”. Gasalah kalo banyak perempuan terlalu memikiran penampilannya untuk menjadi seperti yang di kategorikan cantik karna hal hal atau patokan tersebut membuat dia merasa tertuntut. Hampir rata rata dari perempuan dibuat merasa menjadi objek. Itulah kenapa kuat digaongkan atau dikampanyekan bahwa “cantik menurut gue is not that” cantik menurut gue yang cukup dan lagi lagi berdasar kebahagiaan.

Sebenarnya yang harus kalian tahu adalah skin-care itu baik banget kalo kamu sudah mulai merawat diri, tapi ada loh hal lain yang bisa kamu pikirin selain memoles penampilan. Misalnya coba cek hati, cara bicara, cara menanggapi orang, kreativitas, dan masih banyak lagi hal yang bisa kamu tonjolkan selain muka  dan penampilan. Yang mau dikatakan adalah beauty comes from within ofcourse dan skincare adalah supporting systemnya. Yang menjadi fondasi utama adalah sikap dan attitude kita.  

Jadi ayok yuk, kita saling mengingatkan ketika ada orang yang menaruh ekspektasi terlalu besar terhadap penampilan kita, kamu gaperlu memarahi orang yang membully, kamu hanya perlu yakinkan orang yang dibully atau bisa jadi kadang kita terbawa oleh “judge” yang kita buat di otak kita , sebaiknya diingat lagibahwa itu bisa membuat orang insecure.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay