Tya Subiakto : Menemukan Cinta, Dukungan dan Karya lewat Sang Suami

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

SHARE

Cerita Tya Subiakto, seorang musisi yang menemukan passion lewat sang suami.

Masa pandemi merupakan waktu yang pas untuk menemukan dan mengasah hobi ataupun passion yang kita miliki. Banyak karya yang dapat kita hasilkan disela-sela “Work From Home”. Begitu pula yang dirasakan oleh Tya Subiakto, seorang musisi yang kini menemukan bakatnya dalam menulis. Tak main-main, ia sudah membuahakan satu buah novel yang berjudul “Panggil Aku Mama”.

Tya mengatakan ada cerita menarik dibalik karyanya ini, bahwa tulisan yang ia buat berawal dari ketidaksengajaan. Pasalnya, sejak menikah dengan suaminya yang berprofesi sebagai sutradara, Tya banyak diajarkan bahwa esensi suatu film adalah sebuah cerita. Berangkat dari sana lah akhirnya Tya memberanikan diri untuk menulis scenario film pendek dan akhirnya ia berhasil melahirkan scenario film tersebut. Pada akhirnya, scenario film yang telah ia buat diaktualisasi dalam bentuk sebuah novel yang diilhami dari pengalaman dan juga imajinasinya.

Tya bercerita, bahwa diawal saat dia menulis ia hanya menuliskan tulisannya di ponsel saja, sampai pada akhirnya ia menemukan suatu aplikasi yang membuat ia menulis secara utuh lewat komputernya. Tya merasa bahwa dukungan sang suami sangat besar hingga akhirnya ia mampu melahirkan suatu karya. Tya sendiri membagikan ceritanya kepada Eureka Host lewat program 3 Women 3 Stories yang tayang setiap Sabtu di YouTube Channel Eurekawomen.

Ibu dua anak ini membocorkan bahwa setiap ia dan suaminya “pillow talk” pasti selalu diisi dengan diskusi mengenai karya dan project-project yang akan mereka kerjakan.

“ Selalu ada proses kreatif tiap kali aku berdiskusi dengan suami. Kadang aku bertukar peran dengan suami ku. Dia yang menulis lagu, aku yang menulis scenario. Jadi suka tukeran gitu kita..”

Dalam sesi bincang-bincang bersama Eureka Host, Tya selalu mengatakan bahwa sang suami memiliki peranan yang sangat besar sehingga ia merasa bahwa sang suami sangat melengkapinya.  Tya mengaku menemukan cinta, dukungan dan karya lewat sang suami. Pasang surut kehidupan telah Tya selami, maka ketika ia bertemu dengan sang suami, ia merasa dirinya utuh.

Saat ini, Tya sedang sibuk mengurus project-project yang sedang ia persiapkan. Ia mengatakan akan ada novel terbaru yang akan ia rilis dan ada 21 judul novel yang sedang ia dalami. Tya memberikan sedikit bocoran bahwa tema novelnya akan mengandung unsur-unsur pernikahan, pola asuh dan tentunya tentang kucing, hewan kesayangan Tya.

Satu hal yang Tya selalu ingat dalam mengerjakan setiap karyanya.

“Kerjakan dan lakukan sepenuh hati supaya cerita yang kita tulis sampai ke hati teman-teman, sahabat dan juga masyarakat. Dan tentunya, orang-orang bisa mengambil hikmahnya.”

Terakhir, Tya juga mengatakan bahwa satu hal yang memotivasinya adalah bahwa hidup itu berjalan maju. Ia mengatakan bahwa tidak boleh ada kata menyerah dalam hidupnya karena ia adalah topangan untuk kedua anaknya.

“Hidup itu maju, jangan berhenti! Apapun yang terjadi, saya gak boleh complain, gak boleh berhenti! Pokoknya jalan terus.” tutup Tya.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Replay